Iseng buka Youtube, nemu beginian. Satu lagi karya dari Eka Gustiwana yang membuat kita bernostalgia semasa kecil dengan kartun-kartun tahun 90-an yang sekarang sudah sangat jarang sekali ada di TV :")
*niup-niupin debu blog* Hello Blogkuuuuuh!!! ya ampuuun kangeeeen banget gue sama lo :') ternyata hampir setahun lebih ya gue "melupakan" lo, maafin aku ya :'( Lama banget gak nyoret-nyoret ini blog, pantes berasa ada kebiasaan yang hilang. Meski sebenernya nulis blog itu -kata sebagian orang- gak penting-penting amat, tapi buat gue nulis blog itu punya manfaat tersendiri. Selain bisa jadi wadah untuk meluapkan semua perasaan, nulis blog juga secara gak langsung bisa meningkatkan kemampuan kita dalam menulis. Padahal dulu gue pernah niat buat sering nulis blog, tapi ternyata niat itu hanya berjalan di awal aja dan memudar seiring berjalannya waktu hehehe :piss Gak tau kenapa sekarang muncul niatan buat nyoret-nyoret ini blog lagi -apa karna biar dikepoin sama seseorang yang ketauan history browsernya pernah buka blog kita? :p - , meskipun isinya juga gak jelas, tapi gue jadi excited lagi buat nulis blog. Oh ya blog, setelah sekian lama kita ga pernah b...
by: Ungu Seandainya kau tau Betapa Ku sangat inginkan dirimu Seandainya kau tau Apa yang Ada di dalam isi hatiku Akankah bisa ku nyatakan Rasa cinta dalam hatiku Dan apakah bisa ku katakan Bahwa kaulah yang terindah Untukku Masih disini menantimu Berharap kau akan memikirkanku Masih disini menunggumu Menanti jawaban atas cintaku Masih disini menantimu Berharap cinta kita kan bersatu Masih disini menunggumu Menanti dirimu kembali Untuk ku
Entah terlambat atau mungkin sudah sangat terlambat, baru sekarang aku membuat tulisan mengenai sosok pemimpin di keluargaku. Ya, Bapak. Bapak kandungku sudah meninggal dunia di saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Bapakku meninggal dunia karena sakit liver yang sudah cukup lama dideritanya. Kenangan yang begitu aku ingat bersama Bapak sampai saat ini adalah di saat kami saling bercanda dan bermain di rumah kontrakan sederhana kami. Saat itu aku baru selesai mandi pagi, kemudian Bapak meledekku dan aku pun coba melempar Bapak dengan handuk yang habis aku gunakan untuk mengeringkan badan. Lemparan handukku tidak pernah mengenai Bapak, karena beliau selalu menghindar. Sampai saatnya, lemparan handukku mengenai piala penghargaan TK (Taman Kanak-Kanak)-ku. Melihat piala penghargaanku patah menjadi dua bagian, sontak aku langsung menangis sekeras-kerasnya, aku pun langsung menyalahkan Bapakku atas kejadian itu. Melihat aku yang menangis tak henti, Bapakku lang...
Komentar
Posting Komentar